Selamat Tinggal
Bukan masalah kamu yang pernah terluka, siapapun pernah, termasuk saya. Tapi masalahnya adalah, kamu memang tidak pernah memberikan hatimu untuk saya, separuhnya pun tidak.
Maka wajar saja bila kamu begitu mudah menyakiti saya tanpa ragu dengan kata-katamu yang tidak berdasar itu. Saya sudah coba untuk menepisnya, tapi kenyataan, perasaan saya tetap perlahan-lahan terkikis. Hingga pada batas yang tidak cukup untuk membuat saya tetap bertahan.
Selamat tinggal. Semoga setelah ini, tidak ada lagi kisah yang terus menerus terulang, lalu kembali menghancur-leburkan pemiliknya.
Maka wajar saja bila kamu begitu mudah menyakiti saya tanpa ragu dengan kata-katamu yang tidak berdasar itu. Saya sudah coba untuk menepisnya, tapi kenyataan, perasaan saya tetap perlahan-lahan terkikis. Hingga pada batas yang tidak cukup untuk membuat saya tetap bertahan.
Selamat tinggal. Semoga setelah ini, tidak ada lagi kisah yang terus menerus terulang, lalu kembali menghancur-leburkan pemiliknya.
Komentar
Posting Komentar