Pondok Jaitun
Pondok Jaitun bukan sekadar persinggahan, lebih dari itu; ia hangat.
Meniadakan sepi, dingin, dan kacau. Lalu merajut untaian tali kenangan yang membuat sesak setiap kali rindu menepi untuk bersandar di dindingnya yang berlukiskan simbol-simbol alkimia.
Akankah lantainya ingat, bahwa di atasnya pernah ada kupu-kupu yang menari ringan dengan riang?
Mungkinkah jendelanya ingat, bahwa di baliknya pernah ada yang menjatuhkan diri dalam dekap penuh hasrat?
Pondok Jaitun, jangan kau takut, lupa kami takkan pernah ada.
Meniadakan sepi, dingin, dan kacau. Lalu merajut untaian tali kenangan yang membuat sesak setiap kali rindu menepi untuk bersandar di dindingnya yang berlukiskan simbol-simbol alkimia.
Akankah lantainya ingat, bahwa di atasnya pernah ada kupu-kupu yang menari ringan dengan riang?
Mungkinkah jendelanya ingat, bahwa di baliknya pernah ada yang menjatuhkan diri dalam dekap penuh hasrat?
Pondok Jaitun, jangan kau takut, lupa kami takkan pernah ada.
Komentar
Posting Komentar